Penjualan Tanah Aset Pemda Libatkan Oknum Anggota Dewan?

  • Ditulis oleh Zulfahmi
  • Senin11 Feb 2013
    jam 14 : 02
  • kategoriKabar Lombok
  • dibaca502 x

LOMBOKita – Isu penjualan aset daerah yang berada di Desa Selat Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat (Lobar) disinyalir ada keterlibatan oknum anggota DPRD Lobar.

Salah seorang anggota DPRD Lobar, Ahmad Zaenuri, yang disebut-sebut terlibat dalam isu penjualan tanah aset milik Pemkab Lobar itu ketika dikonfirmasi LOMBOkita di kantornya hanya mengaku sebagai perantara, bukan penjual.

Zainuri menampik dirinya terlibat dalam penjualan tanah aset milik Pemkab Lobar itu. “Itu tidak benar,” tegas Zaenuri, Senin (11/2/2013).

Menurutnya, tanah tersebut adalah milik pribadi seorang warga bernama Hudali, sesuai dengan pipil garuda yang dimiliki Hudali. Namun tanah tersebut diklaim milik Pemkab Lobar sebagai tanah pecatu masyarakat. 

“Tanah tersebut milik Hudali sesuai dengan pipil garuda,  tetapi dikalim oleh Pemda Lobar sebagai tanah pecatu dari Desa Selat,” kata Zaenuri.

Ditegaskannya juga, ketika penjualan tanah tersebut dirinya hanya sebagai perantara dari Hudali bukan sebagai pihak penjual. “Saya keberatan kalau dituduh telah menjual tanah itu. Dan saya akan melapor balik jika ada yang menyebut bahwa anggota DPRD telah menjual tanah itu. 

“Saya merasa keberatan karena   telah dituduh menjual tanah tersebut dan saya akan melapor balik jika tidak ada yang bisa menunjukkan bukti kepemilikan dari Pemkab Lobar,” tegas Zaenuri.

Zaenuri juga menjelaskan, luas tanah tersebut bukan 51 are melainkan seluas 28 are. Dan dari Hudali mendapatkan surat kuasa untuk menjual tanah tersebut dengan harga variasi. 

“Yang jelas tanah itu bukan tanah Pemda. Saya juga sudah kroscek dengan Pak Hudali dan Sekda Lobar, Hudali mengakui bahwa tanah tersebut tidak pernah dijual ke Pemda Lobar,” terang Zaenuri. (ari)