Empat Lembaga Perizinan Terpadu Dibentuk di NTB

  • Ditulis oleh Zulfahmi
  • Sabtu1 Jun 2013
    jam 13 : 37
  • kategoriKabar Lombok
  • dibaca548 x

LOMBOKita - Empat lembaga perizinan terpadu dibentuk Pemerintah daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) guna mempermudah akses pelayanan investasi demi pertumbuhan ekonomi berkualitas di daerah Bumi Gora ini.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu (BKPM-PT) NTB, H Lalu Bayu Windia mengatakan dari empat lembaga itu satu di provinsi sedangkan tiga di kabupaten yakni Kabupaten Lombok Barat, Lombok Timur, dan Kota Mataram.

Sementara itu, lembaga konsultan dan penelitian independen Regional Economic Development Institute (REDI) telah mempresentasikan hasil analisis dan kajian tentang diagnosis pertumbuhan ekonomi di Provinsi NTB.

USAID mendanai analisis dan kajian pertumbuhan ekonomi berbagai daerah di Indonesia, yang dalam pelaksanaannya dibentuk REDI.

Sejauh ini, analisis dan kajian pertumbuhan ekonomi itu sudah dilakukan di tiga provinsi yakni, Jawa Timur, Jawa Tengah dan NTB.

Kajian dan analisis laporan diagnosis pertumbuhan ekonomi NTB itu, kata Bayu, diharapkan dapat menghasilkan rumusan konkrit (jelas) guna meningkatkan kinerja pembangunan inklusif dan menghasilkan alternatif penyelesaian dalam mengatasi berbagai kendala untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Bayu mengatakan, lembaga perizinan di Provinsi NTB, Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Timur sudah berjalan sebagaimana mestinya dan telah menangani berbagai jenis perizinan sesuai kewenangan otonomi daerah.

Saat ini, kata Bayu, kewenangan perizinan di pemerintahan kabupaten/kota, dan pemerintah provinsi hanya berkewenangan jika wilayah perizinan merupakan lintas daerah kabupaten/kota.

"Kalau izin infrastruktur perhotelan misalnya, adalah kewenangan bupati/wali kota. Kalau provinsi biasanya yang lintas wilayah seperti sektor pertanian dan pertambangan." ujarnya.


Diakuinya, pengembangan perizinan terpadu sangat bergantung pada kemampuan daerah dan sumber daya manusia yang tersedia. (abi)