Petani Rumput Laut Butuh Perhatian Pemerintah

  • Ditulis oleh nanang marsuwandi
  • Senin17 Jun 2013
    jam 14 : 24
  • kategoriEkonomi Bisnis
  • dibaca518 x

LOMBOKita - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggalakkan program PIJAR (Sapi, Jagung dan Rumput Laut). Namun tidak sebanding dengan nasib para petani rumput laut yang berada di Dusun Sumerang Desa Serewe Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur. 

Salah seorang petani rumput laut, Suparman meminta agar pemerintah bisa memperhatikan kondisi rumput laut. 

Disebutkan, mayoritas warga mengandalkan hasil rumput laut sebagai mata pencarian. Namun bantuan pemerintah minim didapatkan. “Kita menggunakan keramba tradisional untuk budidaya rumput laut,” katanya kepada LOMBOKita.com, Minggu (16/6/2013).

“Rumput laut yang dihasilkan cukup bagus, namun minim perhatian pemerintah,” imbuh Suparman. 

Suparman menambahkan, masyarakat hanya bisa membudidayakan hasil panen untuk dikonsumsi sendiri. Sementara pemerintah hanya memberikan bantuan satu kali dalam setahun, dalam bentuk keramba apung. 

Dikatakannya, pemberian bantuan tersebut sebagian sudah hanyut ke laut, dan sebagian lagi rusak diterjang badai laut selatan yang ganas, sehingga kebanyakan masyarakat menggunakan keramba yang terbuat dari bambu yang dibuat sendiri.

Ketika cuaca buruk, rumput laut yang dibudidayakan hanyut ke tengah laut. “Kita harapkan pemerintah bisa memperhatikan kami,” katanya.

Dari hasil budidaya tersebut, diakuinya sekali panen bisa menghasilkan hingga 10.000 kilogram per minggu. “Itupun tergantung keadaan cuaca. Kalau cuaca bagus, hasilnya juga bagus dan banyak,” papar Suparman.

Petani rumput laut lain, Ahmad mengaku setempat mendapat perhatian. “Kami disini sangat jauh dari pusat pemerintahan dan jarang diperhatikan,” akunya. (ari)